KASOKANDEL – Dalam upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan bernilai ekonomis, Pemerintah Desa Kasokandel melalui Tim Penggerak PKK menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Sampah melalui Bank Sampah Unit (BSU). Acara ini berlangsung pada Kamis, 16 April 2026, bertempat di Balai Desa Kasokandel.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran perangkat desa, pengurus TP PKK Desa Kasokandel, serta warga masyarakat yang antusias mempelajari sistem tata kelola sampah yang lebih modern dan bermanfaat.
Mengubah Sampah Menjadi Berkah
Dalam sambutannya, narasumber (Sekdes Kasokandel) menekankan bahwa sampah rumah tangga tidak seharusnya hanya berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Melalui sistem Bank Sampah Unit (BSU), warga diajak untuk memilah sampah dari rumah—memisahkan antara sampah organik dan anorganik (seperti plastik, kertas, dan logam).
"Kehadiran BSU ini bukan sekadar untuk kebersihan, tapi juga untuk pemberdayaan ekonomi. Sampah yang sudah dipilah dapat ditabung dan dikonversi menjadi saldo rupiah bagi warga," ujar perwakilan penyelenggara di sela-sela pemaparan materi.
Simulasi Penimbangan dan Buku Tabungan
Tidak hanya sekadar teori, acara ini juga diisi dengan simulasi langsung proses transaksi di Bank Sampah. Dalam pantauan di lokasi, terlihat warga mulai mempraktikkan cara menimbang karung berisi sampah anorganik menggunakan timbangan gantung.
Setelah ditimbang, petugas BSU mendemonstrasikan pengisian Buku Tabungan Bank Sampah. Hal ini bertujuan agar warga memahami alur transparansi pencatatan, mulai dari berat sampah yang disetorkan hingga nilai nominal yang didapatkan.
Komitmen Bersama Desa Kasokandel
Program ini merupakan langkah nyata TP PKK Desa Kasokandel dalam mendukung kelestarian lingkungan di wilayah Kecamatan Kasokandel, Kabupaten Majalengka. Diharapkan dengan adanya sosialisasi ini, kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan meningkat, sekaligus mampu menambah penghasilan keluarga melalui manajemen limbah yang tepat.
Dengan semangat gotong royong, Desa Kasokandel optimis dapat menjadi desa yang lebih asri, sehat, dan mandiri secara ekonomi melalui pengelolaan sampah yang terintegrasi.