SEJARAH DESA KASOKANDEL (Asal Usul Desa Kasokandel)
Menurut riwayatnya bahwa Desa Kasokandel (sebelum berbentuk Desa) adalah sebuah Kampung (Cantilan) dari Desa Burujul Jatiwangi. Adapun orang yang berkuasa pada waktu itu adalah seorang yang bernama BUYUT SIJAR, dan hanya merupakan Sesepuh Desa, akan tetapi ternyata pada waktu secara tidak resmi telah memberikan nama kepada Kampung ini ialah dengan sebutan Wana Ageng, dan mempunyai Alun-alun disebelah Selatan tepatnya di Blok Huludayeuh sekarang. sayang pada waktu itu keadaan Kampung yang dipimpin oleh Buyut Sijar tidak terdapat keseimbangan dalam pengaturan bermasyarakat sehingga keadaan waktu itu kacau balau maka turunlah perintah Bupati Majalengka bahwa perkampungan Wana Ageng harus dijadikan sebuah Desa, dan Buyut Sijar menunjuk seorang terkemuka yang bernama Buyut Bungkar alias Buyut Mulas alias Buyut Seuseut. akan tetapi Buyut Bungkar tidak sanggup melaksanakan tugas jabatan Kepala Desa tersebut, maka terus menunjuk seorang terkemuka pula yaitu menantu pribadinya bernama Bapak Sayan dengan status Kuwu/Kepala Desa Kasokandel pada tahun 1853.
Pada masa-masa itu pula terdapat seorang tokoh terkemuka yang bernama Buyut Kaswa yang berjasa menanam pohon beringin di Alun-alun yang sampai sekarang masih berdiri tegak, dan menurut pendapat para sesepuh Almarhum Buyut Kaswa dimakamkan dibawah pohon Beringin itu juga.
Adapun Buyut-Buyut (Makam Keramat) yang terdapat di Kasokandel ialah
- Buyut Bungkar, terdapat di Astana Gede
- Buyut Kaswa terdapat di lingkungan pohon beringin.
- Buyut Jatiwangi, terdapat di Blok Kabuyutan, disebelah Utara Blok Babakan, dan menurut riwayatnta bahwa kabuyutan tersebut sebenarnya adalah bukan Makam, akan tetapi sebuah tempat yang pernah disinggahi/istirahat Pangeran Aria Salingsingan pada waktu perjalanan menuju akan menuju menghadap Sultan Cirebon. Kabuyutan tersebut biasa dikunjungi/dipakai tempat untuk keperluan hajat Guar Bumi/hajat atau selamatan sunatan.
Kebudayaan sejak dahulu sampai sekarang ialah :
- Olahraga berupa Seni Ujungan, pada masa itu Tokoh Seni Ujungan ialah Bapak Purug, Bapak Kajar dan Bapak Arwi. terdapat pula seorang tokoh pendatang dari daerah Rajagaluh yang bernama Buyut Cileung, hanya tidak memegang jabatan pimpinan di Desa.
- Kesenian, semula terdapat kesenian primitif seperti : Calung, Bujangga, Kecapi/Sinden, Gembyung (Terebang), Genjring, Wayang Kulit, dan yang pertama ialah Bapak Narsan (Bapak Emuk) yang sekarang ada pada Bapak Suta, Nayub (Tayuban selanjutnya yang sampai sekarang masih terkenal dengan seni Sandiwara dan Kliningan.
Menurut sejarah Kampung yang tertua di Desa Kasokandel adalah Kampung Cigobang, yang sesuai pula dengan ceritanya yang tercantum dalam Lambang Desa Kasokandel tersebut diatas.
Adapun Nama-nama Kuwu Desa Kasokandel yang pertama sampai sekarang adalah sebagai berikut :
NAMA-NAMA KUWU/KEPALA DESA KASOKANDEL :
|
NO
|
Nama
|
Jabatan
|
Keterangan
|
|
1
|
Sijar
|
Sesepuh Desa
|
-
|
|
2
|
Sayan
|
Tahun 1853 - 1863
|
|
|
3
|
Sapiyan
|
Tahun 1863 - 1872
|
|
|
4
|
Redi
|
Tahun 1872 - 1884
|
|
|
5
|
Purug
|
Tahun 1884 - 1887
|
|
|
6
|
Aspiyan
|
Tahun 1887 - 1892
|
|
|
7
|
Kajar
|
Tahun 1892 - 1897
|
|
|
8
|
Narsan
|
Tahun 1897 - 1909
|
|
|
9
|
Nartam
|
Tahun 1909 - 1918
|
|
|
10
|
Hadi
|
Tahun 1918 - 1923
|
|
|
11
|
E. Atmawijaya
|
Tahun 1923 - 1946
|
|
|
12
|
Jubaedi
|
Tahun 1946 - 1947
|
|
|
13
|
Kaspi
|
Tahun 1948 - 1970
|
|
|
14
|
Iwik Astawi
|
Tahun 1971 - 1976
|
|
|
15
|
Godin
|
Tahun 1976 - 1985
|
|
|
16
|
U. Junaedi (Pjs)
|
Tahun 1986 - 1989
|
|
|
17
|
Imbrani Djuhdi
|
Tahun 1989 - 1998
|
|
|
18
|
H. Yayan Suyana
|
Tahun 1998 - 2008
|
|
|
19
|
Irawati Yayan
|
Tahun 2008 - 2014
|
|
|
20
|
Ikin Asikin, S.IP (Pjs)
|
Tahun 2014 - 2015
|
|
|
21
|
Asep Kusmaya
|
Tahun 2015 - 2021
|
|
|
22
|
Kusno
|
Tahun 2021 - ……..
|
|